Keunikan dan Semangat Hidup Bangsa Jepang - vii
Bagian
Satu :
Pembahasan Umum – 1
Pendidikan
– 6
Kewajiban Keluarga
– 8
Prinsip-prinsip Keprajuritan – 12
Selalu Waspada Pertempuran – 16
Biarawan Prajurit
– 17
Benar dan Salah – 23
Pemberani – 29
Sopan Santun dan Rasa
Hormat – 32
Berkuda – 36
Prinsip Tentara dan
Prinsip Tempur – 40
Bagian
Dua :
Mengelola Rumah Tangga
– 45
Keluarga Besar – 46
Hemat – 50
Membangun Rumah – 53
Perlengkapan Militer –
54
Mempersenjatai Anak
Buah – 58
Prajurit – 59
Rendah Hati – 60
Memilih Teman – 61
Hubungan Bersahabat –
63
Hubungan Yang Sulit –
66
Kemasyhuran - 68
Omong Besar dan Kritik
– 69
Bepergian – 71
Jangan Menyakiti Hati –
74
Pengasuhan – 75
Menghadapi Maut – 78
Bagian
Tiga :
Pelayanan – 83
Pengabdian – 86
Dinas Militer – 91
Penilaian yang Baik –
94
Ekspresi Verbal – 95
Sejarah Keluarga – 98
Pengawalan – 99
Pejabat – 100
Meminjam Kewenangan dan
Mencuri Kewenangan – 103
Ketepatan – 108
Menjadi Komandan atau
Pengawas – 112
Kemalasan – 113
Menghadapi Keadaan
Darurat – 116
Ekpresi Diri – 118
Masalah Mati – 120
Penyulingan Budaya -
128
|
Mengapa bangsa Jepang langsung bisa bangkit
setelah hancur lebur akibat bom atom dalam Perang Dunia II? Mungkin itu
pertanyaan yang akan selalu menghantui diri kita. Pertanyaan yang selalu
diiring oleh keingin tahuan yang mendalam atas apa yang sebenarnya terjadi
dan dialami oleh bangsa Jepang tersebut. Tentunya, rahasia dari itu semua
selalu dicari-cari oleh Negara lain yang mengalami nasib yang hampir sama
dengan mereka. Kemudian selain itu pun, Negeri Sakura itu mengundang banyak
keingin tahuan. Selain itu, mengapa bangsa Jepang bisa menjadi raksasa
industry, teknologi, dan ekonomi, bahkan jauh mengungguli Negara-negara yang
pernah mengalahkannya? Sudah lengkap memang rasa cemburu kita terhadap apa
yang sebenarnya dialami dan dilakukan oleh Jepang. Buku ini menjawab hampir
semua rasa penasaran kita. Karena memaparkan tentang orang Jepang yang
mempunyai budaya khas yang sangat kuat, dan budaya itu membuat orang Jepang
sangat gampang beradaptasi dengan perubahan di zaman modern ini. Budaya khas
itu mungkin sudah banyak dari kalangan pembaca yang mengetahuinya. Budaya
khas itu adalah Samurai. Bagaimana buku samurai itu? Buku yang bersumber dari
karya klasik berusia lebih dari 300 tahun ini ditulis oleh seorang master
samurai. Yakni Taira Shigesuke, seorang pemikir kunfusius sekaligus ilmuwan
militer yang lahir pada 1639 atau setahun setelah diterapkannya politik
isolasi nasional. Buku ini berjudul Bushido Shoshinsu, alias ‘Bushido bagi
pemula’ alias ‘code of samurai bagi pemula’ alias ‘jalan hidup samurai bagi
pemula’. Sebenarnya buku ini ditulis untuk ksatria baru pada era modern ini.
Dalam buku ini, dijelaskan secara sistematis terhadap apa yang ingin
disampaikan. Sebelum para pembaca diperkenalkan dengan seperti apa sosok dari
ksatria Jepang tersebut, pengarang menyampaikan dalam benak pembacanya
terkait budaya-budaya baik di Jepang. Selain itu pun, pengarang mencoba
menyisipkan sejarah di dalam buku tersebut. Buku ini pun menyajikan cerminan
dasyat atas sebagian besar karakteristik dan kebiasaan peradaban Jepang era
modern sekarang, mempresentasikannya sebagaimana tradisi inti dari power dan
prestise yang berlangsung sangat lama. Tanggung jawab personal, hubungan
kekeluargaan, kewajiban-kewajiban kemasyarakatan, pendidikan, keuangan, dan
lain-lain. Kesemua aspek kehidupan ini atau lebih banyak lagi, diperlakukan
dalam teks ini dari sudut pandang spirit bela diri khas ksatria Jepang.
Bahkan, bentuk-bentuk korupsi dan ketidak kompetenan politik maupun
professional, yang diperangi Jepang saat ini, sudah digambarkan dengan akurat
dalam buku ini. Secara redaksional, penyampaian teks yang dirangkum dalam
kata-katanya sangat ringan dan mudah dipahami. Apalagi langsung diberikan
aplikasi yang biasa menjadi kebudayaan orang Jepang. Buku ini dibagi ke dalam
tiga bagian, yang mana tiap bagian merupakan pengklasifikasian berdasarkan
manfaatnya. Jika melihat bagian pertama, lebih mengarah kepada pematangan
pribadi selaku ksatria. Bagian kedua membahas tentang perihal yang berdampak
kepada lingkungan. Sedangkan bagian ketiga, menceritakan tentang norma atau
kebiasaa. Sayangnya, dalam buku ini masih kurang fokus dalam membahas satu
permasalah. Akan tetapi, buku ini bisa menjadi sumber yang sangat berharga
bagi siapa saja yang ingin memahami Jepang dan orangnya secara realistis. Pun
cocok bagi mereka yang ingin memantapkan karakter diri atau bagi siapa saja
yang ingin menjadi kuat dan sukses.
|
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan. Klik link "Subscribe by email" untuk mengetahui balasan komentar/pertanyaan. NO SPAM, No Links, No SARA, No P*RNO! Komentar berisi LINK & tidak sesuai ketentuan akan langsung dihapus. Jangan lupa diisikan nama usernya sebagai identitas untuk berkomunikasi di blog ini.