Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Renungan

Pekerjaan Hati

 Durasi : 1 menit Sumber : drjuanda.com Cukuplah semua itu bermuara di hati yang terdalam Tak perlu kau umbar seperti halnya hitam yang kelam Kau menginginkan siang, tapi kau dapati malam Begitulah dunia yang dipenuhi hukum alam

I Miss You, An Apple Tree...

Halo sahabat mujahid ilmu… Begitu senang rasanya kembali melankolis untuk sedikit berbagi. Entah hawa apa yang telah mendorong keinginanku untuk menuliskan ini. Yang jelas, ledakan ini sebanding dengan kerinduanku pada kedua orangtuaku nan jauh di sana -Semoga Allah melindungi dan menjagamu mamah dan bapak- Aamiin. Mungkin ini tulisan yang sangat melankolis buatku. Hanya malam yang tahu betapa rindunya diri ini untuk memeluk mereka erat, meluapkan kerinduan yang selalu menyesakan dada. Wah, gara-gara pohon apel nih yang uda buat saya nulis begini. Tapi tidak apa-apa, memang itu yang membuatku semakin rindu tak tertahankan kepada kedua orangtuaku. Di malam inilah, Sabtu, 16 Februari 2013 pukul 23.23 aku luruskan badanku menyandarkan tulang belakangku untuk melamun. Tak sadar, akhirnya aku pun terbawa ke dalam kisah pohon apel dan anak lelaki.

Idealisme Kami yang Universal

Ada yang selalu menggetarkan hati dan mengoneksikan diri kepada Sang Pencipta. Sebuah cita-cita dan tujuan yang diusung untuk senantiasa menjadi sebaik-baiknya manusia. Manusia yang ber-taqwa kepada Allah Tuhan Pencipa Alam Semesta dan berguna bagi manusia lainnya. Memberikan kebermanfaatan kepada orang lain dimana pun ia berada. Mungkin bukan hanya saya saja akan terhentak dalam lantunan setiap syairnya. Bisa juga kalian semua akan turut merasakan semangat perjuangan yang tertanam itu. Itulah yang menjadi Idealisme Kami. Coba kawan resapi setiap untaian kalimat yang saya tuliskan ini. Baca dengan seksama dengan dengan penuh harapan bahwa kawanlah yang sedang melakukan itu semua. Betapa berharganya kawan bagi orang yang ada disekitar kawan itu. Cobalah rasakan apa yang saya rasakan kawan. Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui, bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan merek...

Antara Lidah dan Otak

Suatu hari di tengah merah meronanya langit, terngiang hembusan angin berbisik lembut. Bercampur dengan derasnya gelombang suara riuh dan membisingkan. Tiba-tiba terdengar gemuruh rasa syukur dan pujian. '' Alhamdulillah ...'' dengan lantang anak paruh baya itu berucap. Semua riuh hilang terbenam seiring transformasi warna dunia. Seruan itu pun akhirnya memaksa kami untuk sadar bergerak menyucikan diri. Selesai waktuku dedikasikan untuk Dia Yang Satu, menandakan penapakan langkah akan turut berlanjut. Sulit memang untuk berdiam di tempat yang sangat menentramkan itu. Walau hanya beberapa menit, terasa kurang bahkan tak terasa. Tapi, hari itu membuatku tafakur sejenak ketika mendengarkan seseorang berkata, '' Lidah yang gemar bertanya otak yang gemar berpikir ''. Sulit mencari kesalahan dari kalimat itu. Setidaknya kalimat itu sudah membuatku hilang kesadaran.  Lidah memang sering membuat pemiliknya terjatuh dalam jurang dosa. Tak bertulang tap...

Menyelesaikan Soal PG Kehidupan

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sekolah. Walau hanya sampai tingkat Sekolah Dasar (SD), pasti pernah bertemu dengan yang namanya soal pilihan ganda atau biasa anak sekolahan sebut soal PG. Yah, pasti masih ingat teman, disaat ujian pasti yang diminta itu soal PG. Kenapa seperti itu? tentunya soal PG biasanya lebih mudah untuk dikerjakan. Walaupun sulit, kan masih bisa dengan menggunakan compatible syntax, yaitu menghitung kancing baju. hehehe. (Masa lalu penulis ini.hehe) Berbeda dengan jika kita bertemu dengan soal Uraian yang biasanya cuma sedikit soalnya tapi jawabannya paling menghabiskan kertas. Kalau sulit pun biasanya tidak bisa ditebak, yang ada malah mengarang bebas. Bisa dibayangkan teman-teman? Intinya begini deh , soal PG itu pertanyaannya banyak sedangkan jawabannya sedikit dan simple juga mudah. Akan tetapi, soal uraian itu pertanyaannya sedikit, jawabannya sampai 10 kali lipat dari soalnya, sulit pula buat orang yang tidak jago mengarang.hehe

Story of Nineteen Month

Sebuah perjalanan menuju kilometer 19 Sangat tidak terasa jauhnya yang sudah dilewati begitu banyak hal-hal yang telah aku dan ia temukan Tentang hidup, cinta, kasih sayang,  dan berkorban wah,  mozaik-mozaik yang akan melengkapi Something in the world is not absolute. . . itu akan terjadi pada saatnya Apakah semua orang tidak senang ya dengan kemutlakan? Bingung hanya akan sirna dengan kesetiaan Bahan bakar yang aku siapkan untuknya dari awal sudah full bagaimanapun sejauh perjalanan nanti menghadang berharap agar tidak ada lagi Perjalanan dari Surabaya hingga Lampung waktu tempuhnya yang tidak sedikit dari menaiki rel baja, jalan raya hingga laut akan tersimpan dalam musium somay Hari-hari yang di lalui disana membuat keputusan untuk "nekat" berkunjung ke Pantai Mutun sore hari tanpa pikir panjang, tanpa banyak bicara tapi, ada sebuah potongan mozaik lagi yang tersimpan disana. . .          Life is a wonderful accumulation...

Make a Happiness

My Best Smile. :D Everyone is happy today no one look sad their smiles make me happy c'mon guys, give the best smile to everyone Friendship is unique It can make us happy or sad let makes friendship with everyone. Life is accumulation of choice . . .