Langsung ke konten utama

Story of Nineteen Month

Sebuah perjalanan menuju kilometer 19
Sangat tidak terasa jauhnya yang sudah dilewati
begitu banyak hal-hal yang telah aku dan ia temukan
Tentang hidup, cinta, kasih sayang,  dan berkorban
wah, mozaik-mozaik yang akan melengkapi

Something in the world is not absolute. . .
itu akan terjadi pada saatnya
Apakah semua orang tidak senang ya dengan kemutlakan?
Bingung hanya akan sirna dengan kesetiaan

Bahan bakar yang aku siapkan untuknya dari awal sudah full
bagaimanapun sejauh perjalanan nanti menghadang
berharap agar tidak ada lagi


Perjalanan dari Surabaya hingga Lampung
waktu tempuhnya yang tidak sedikit
dari menaiki rel baja, jalan raya hingga laut
akan tersimpan dalam musium somay

Hari-hari yang di lalui disana
membuat keputusan untuk "nekat"
berkunjung ke Pantai Mutun sore hari
tanpa pikir panjang, tanpa banyak bicara
tapi, ada sebuah potongan mozaik lagi yang tersimpan disana. . .

       Life is a wonderful accumulation of choice    



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Go Fighting !!!

Saatnya berjuang kembali meniti perubahan berlari sampai ujung dunia aku akan menuju tempat dimana aku menuntut ilmu mencari kebesaran Allah yang Maha Besar Menemukan Keagungan-Nya Dalam setiap denyut nadi dan hembusan nafas That's All will be Impossible If I'm still here Just look and sit Memang bahagia akan tercapai tergantung pemikiran kita Banyak yang menginginkannya tak jarang juga orang yang terjatuh olehnya hingga ia frustasi Apakah aku akan seperti itu? Sesungguhnya ketenangan itu datang Saat kita mengingat Zat Yang Menciptakan Langit dan Bumi Kawan, hari ini merupakan dimana aku menemukan kembali sebuah kebahagiaan. Menemukan caraku untuk menjalani hidup. Bukan seperti hidupnya ayam, mencari makan dan dimakan. Tapi, hidup ini tak lain akan menjadi sebuah torehan tinta emas dalam peradabannya. Aku sudah terlena akan melihat masa depan. Sehingga, hari ini pun hampir aku tinggalkan. seperti layaknya orang yang melamun seharian saja. Disaat Shalatku akhi...

Islam and Economic development

Durasi : 3 Menit   Keberhasilan Negara Malaysia dalam menangani Islam dan pembangunan Ekonomi, perlu dijadikan pembelajaran. Bukan untuk mengklaim apa yang dimiliki mereka, akan tetapi menerapkan kebenaran dan kesuksesan yang sesuai dengan norma Islam. S emula memang kondisi Negara itu “pas-pasan” . Tapi, kini melejit sehingga menjadi salah satu negara yang menatap kemajuan yang berada tak jauh de depannya, baik dalam bidang pemerintahan, politik, ekonomi, dan berbagai bidang lainnya. Jika kita melihat Malaysia yang seperti sekarang tidak bisa dilepaskan dari proses islamisasi Malaysia sendiri yang digagas oleh Perdana Menteri Mahathir Muhammad Mohammad, seorang perdana menteri malaysia yang berkuasa kira-kira 2 dekade di Malaysia, sejak tahun 1980-an. 

Biodiversity, Tak Pandang bulu

Menjadi kampus teknik tidak terlepas dari pembaharuan-pembaharuan teknologi yang dihasilkan. Orientasi untuk terciptanya teknologi ramah lingkungan pun sudah digagas ITS. Seperti halnya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang beberapa hari lalu diresmikan. Hal itu membuat kesan keteknikannya bernilai positif bagi lingkungan dan biodiversitasnya.