Langsung ke konten utama

Program Pembinaan PPSDMS



 Adi Wahyu Adji, S.Si
National Leadership Camp 2012 Jakarta


·         Inspirasi terbentuknya PPSDMS :
a.      Keberadaan Jesuit
Ordo Jesuit ini adalah salah satu organisasi pembinaan bagi pemeluk Kristen yang diorientasikan menjadi pemimpin masa depan.
b.      Inspirasi kos HOS Tjokroaminoto
Di dalam rumah tersebutlah muncul beberapa tokoh berpengaruh Nasional seperti Ir. Soekarno yang nasionalis, Muso dengan komunisnya, dan Kartosuwirjo yang religius.
c.       Islamisasi Turki
Turki adalah Negara Sekuler, dengan kepemimpinan Erdogan yang kemudian mampu membuat Turki lebih Islami. Salah satunya dengan adanya Undang-undang terkait penggunaan jilbab yang baru disahkan.
d.      Idealisme Kami
Ketika sedang futur, dengan mengingat-ingat idealisme kami jiwa menjadi tergugah. Itulah spirit yang tersimpan secara alami di dalam untaian kata penuh makna tersebut.

·         PPSDMS dilaunching pada tanggal 3 Agustus 2002. Saat pertama kali dilaunching PPSDMS hanya memiliki 1 regional putra (UI) dengan peserta 20 orang, saat ini telah ada 5 regional putra dan 2 regional putri dengan jumlah peserta 220 orang. Sebuah perkembangan yang begitu pesat.
·         Untuk menghandel institusi besar ini, PPSDMS mensinergikan tiga bidang:
1.      Bidang Program
Menjadi pusat penyelenggaraan kegiatan bisnis atau core bussiness PPSDMS
2.      Bidang Kemitraan
Menjadi ujung tombak networking dan financial gathering.
3.      Bidang Alumni.
Sebuat tonggak mobilitas vertikal para alumni untuk menduduki jabatan-jabatan strategis.

·         Menikah dengan PPSDMS merupakan suatu filsosofi yang mengandung makna :
1.      Berkumpul   
Asrama PPSDMS menjadi tempat berkumpulnya bermacam potensi dan kekuatan. Terutama potensi milik para pesertanya. Menjadi pusat pergerakan dari aktivitas-aktivitas.
2.      Bergabung
Ikatan emosional peserta dengan institusi PPSDMS.
3.      Menggulung
Memahami segala dinamikan di dalam asrama serta mau berkorban untuk terus melakukan perbaikan.
4.      Menindih
Rasa bersalah dan tertekan ketika tidak menjadi peserta PPSDMS yang tidak memegang teguh idelisme.
·          Filosofi menikah itulah yang akhirnya memunculkan komitmen untuk menyuguhkan yang terbaik bagi institusi. Baik dari pengurus maupun peserta. Kami berkejaran untuk menikah!” ungkap Manager Program PPSDMS NF, bang Adji.
·         Harapannya, munculah empat jati diri yang harus dimiliki oleh peserta PPSDMS :
1.       Aktivis Islam
2.      Aktivis Pergerakan
3.      Mahasiswa Berprestasi
4.      Menjunjung kebersamaan dan kekeluargaan.

·         Hal yang bisa didapatkan adalah religious activity, social politic engagement, academic excellent, scientific discourse, dan professional syndicate.
Dengan adanya angkatan-angkatan yang sudah beberapa generasi, harus menjadikan angkatan 6 mampu melompat lebih tinggi lagi. Begitulah penutup yang disampaikan oleh Bang Adji kepada seluruh peserta NLC 2012, yaitu angkatan 6 PPSDMS NF.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Lidah dan Otak

Suatu hari di tengah merah meronanya langit, terngiang hembusan angin berbisik lembut. Bercampur dengan derasnya gelombang suara riuh dan membisingkan. Tiba-tiba terdengar gemuruh rasa syukur dan pujian. '' Alhamdulillah ...'' dengan lantang anak paruh baya itu berucap. Semua riuh hilang terbenam seiring transformasi warna dunia. Seruan itu pun akhirnya memaksa kami untuk sadar bergerak menyucikan diri. Selesai waktuku dedikasikan untuk Dia Yang Satu, menandakan penapakan langkah akan turut berlanjut. Sulit memang untuk berdiam di tempat yang sangat menentramkan itu. Walau hanya beberapa menit, terasa kurang bahkan tak terasa. Tapi, hari itu membuatku tafakur sejenak ketika mendengarkan seseorang berkata, '' Lidah yang gemar bertanya otak yang gemar berpikir ''. Sulit mencari kesalahan dari kalimat itu. Setidaknya kalimat itu sudah membuatku hilang kesadaran.  Lidah memang sering membuat pemiliknya terjatuh dalam jurang dosa. Tak bertulang tap...

I Miss You, An Apple Tree...

Halo sahabat mujahid ilmu… Begitu senang rasanya kembali melankolis untuk sedikit berbagi. Entah hawa apa yang telah mendorong keinginanku untuk menuliskan ini. Yang jelas, ledakan ini sebanding dengan kerinduanku pada kedua orangtuaku nan jauh di sana -Semoga Allah melindungi dan menjagamu mamah dan bapak- Aamiin. Mungkin ini tulisan yang sangat melankolis buatku. Hanya malam yang tahu betapa rindunya diri ini untuk memeluk mereka erat, meluapkan kerinduan yang selalu menyesakan dada. Wah, gara-gara pohon apel nih yang uda buat saya nulis begini. Tapi tidak apa-apa, memang itu yang membuatku semakin rindu tak tertahankan kepada kedua orangtuaku. Di malam inilah, Sabtu, 16 Februari 2013 pukul 23.23 aku luruskan badanku menyandarkan tulang belakangku untuk melamun. Tak sadar, akhirnya aku pun terbawa ke dalam kisah pohon apel dan anak lelaki.

Menjadi Aktivis Dakwah

Menjadi Aktivis Dakwah adalah memperbaiki diri Agar tak jadi pencibir, tapi penyabar Agar tak jadi pencela, tapi penyapa Menjadi Aktivis Dakwah adalah memperbaiki diri Agar tak jadi penggunjing, tapi pendamping Agar tak menambah putus asa, tapi membawa cahaya Menjadi Aktivis Dakwah adalah memperbaiki diri Agar prasangka tak mengalahkan akhlaq Agar rasa benci tak mengalahkan sikap adil Menjadi Aktivis Dakwah adalah memperbaiki diri Agar berkebenaran tanpa merasa paling benar Agar berilmu tanpa merasa paling tahu Menjadi Aktivis Dakwah adalah memperbaiki diri Agar lebih mudah dinasihati Sebab telinga sendiri jauh lebih dekat Daripada milik sesama yang bercakap Menjadi Aktivis Dakwah adalah memperbaiki diri Agar lebih semangat untuk berprestasi Bukan mencari popularitas ataupun pujian Tapi berbagi untuk saling menginspirasi (Dikutip dari salah satu saripati buku "Lapis-lapis keberkahan" karya Ust. Salim A. Fillah) 4 Februari 2015 Antara takut dan bah...